Dalam rangka memperingati Milad ke-26, Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) menyelenggarakan tasyakuran secara hybrid di Ruang Serbaguna UAI dan melalui Zoom pada Senin, 10 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi momentum bagi sivitas akademika untuk mensyukuri perjalanan UAI sekaligus merefleksikan langkah pengembangan universitas ke depan.
Tasyakuran dihadiri oleh Rektor UAI, Prof. Dr. Widodo Muktiyo, jajaran pimpinan universitas, fakultas, dan program studi. Para dosen dan tenaga kependidikan UAI juga mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom. Rangkaian kegiatan diawali dengan khataman Al-Qur’an juz ke-30 yang dipimpin oleh alumni UAI, Sultan Ariq Faisal Basri, yang diikuti sivitas akademika dengan khidmat.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Widodo Muktiyo menyampaikan bahwa Milad ke-26 menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan UAI sekaligus memperkuat langkah pengembangan ke depan. “Milad ini adalah momentum bagi kita untuk melakukan konsolidasi, melakukan refleksi, melakukan evaluasi terhadap apa yang sudah kita lakukan,” tutur Rektor. Momentum tersebut selanjutnya menjadi pijakan untuk memperkuat transformasi UAI melalui semangat Velocity menuju World Class University.
Wakil Rektor II Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Kerja Sama, dan Keislaman UAI, Dr. Yusup Hidayat, S.Ag., M.H., menyampaikan refleksi dan rasa syukur atas perjalanan UAI selama 26 tahun. Beliau menganalogikan perjuangan membangun dan mengembangkan UAI seperti seorang ibu yang melahirkan dan mendidik anak hingga tumbuh sukses. Menurut beliau, proses membangun institusi perlu dijalani dengan keteguhan dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai kondisi eksternal, termasuk situasi ekonomi dan sosial.
Tasyakuran Milad ke-26 UAI menjadi pengingat bagi seluruh sivitas akademika untuk terus memperkuat rasa memiliki, meningkatkan kualitas diri, dan mengambil bagian dalam kemajuan UAI. Melalui refleksi dan ikhtiar bersama, UAI terus melanjutkan perjalanan transformasinya untuk menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang mampu berkontribusi bagi masyarakat serta berdaya saing global.








