skip to Main Content
The 3rd International Conference On Islamic Epistemology: Financial Technology (FINTECH) On The Perspective Of Law And Syariah Economy  

The 3rd International Conference on Islamic Epistemology: Financial Technology (FINTECH) on the Perspective of Law and Syariah Economy  

Jakarta (08/10) – Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) kembali menggelar International Conference on Islamic Epistemology (ICIE) untuk yang ketiga kalinya bersama International Institute of Islamic Thought (IIT) pada Selasa, 8 Oktober 2019. Di tahun ketiganya, konferensi bertaraf internasional ini mengusung tema “Islamic Epistemology Financial Technology Fintech On The Perspective Of Law and Syariah Economy.”

Perkembangan teknologi telah membawa manusia ke dalam berbagai macam kemudahan. Dewasa ini, financial service providers, atau yang biasa dikenal dengan financial technology (fintech) tengah digandrungi masyarakat. Untuk itu, sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslin, UAI melihat perlu adanya edukasi terkait fintech dari sudut pandang hukum dan ekonomi syariah. Acara ini juga bertujuan untuk memperkuat komitmen di antara para sarjana muslim dalam menemukan persimpangan pesan wahyu dalam Kitab Suci dengan temuan-temuan ilmiah dari ilmu pengetahuan modern.

Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, Rektor UAI, turut hadir dan membuka acara konferensi internasional ini. UAI juga mendapat kehormatan dengan hadirnya keynote speakers yang membawakan materi-materi seminar dalam acara ini, antara lain ialah H.E Mr. Ibrahim Ali Shoukry dari Islamic Development Bank yang membawakan materi “Role of Islamic Finance in Fast Changing World,” Triyono MBA yang mewakili Wimboh Santoso, S.E. M.Sc Ph.D dengan materi “Financial Policy: Regulation and Control of Financial Technology System.” Tak ketinggalan pula, pembicara-pembicara hebat lainnya turut hadir membawakan materi, seperti Sonny Zulhuda, Ph.D, MCL dengan materi “Financial Technology Regulated System and Its Benefit for the Maslahat of Ummah”,  Sajid Bokhari, Senior Associate, Private Capital Markets-National Australia Bank Limited membawakan tema “Fintech Opportunities for the Halal Industry,” Mr. Guntur yang hadir mewakili Dr. Sapta Nirwandar, Chairman of Indonesia Halal Lifestyle Center membawakan “Halal Lifestyle in the Era of Financial Technology”, Mohd Yazrie bin Mohd Shukri, Enterpreneur/Founder YAZ Ventures menjelaskan “Industrial Revolution 4.0: A Wake Up (and Alarming) Call for the Ummah.”

Di waktu yang bersamaan, konferensi bagi para peserta dilaksanakan di ruangan yang berbeda, tepatnya di ruangan 317-B dan 317-C. Dosen dari berbagai universitas seperti Universitas Esa Unggul, Universitas Pasir Pengairan, Rokan Hulu Riau, UIN walisongo semarang, Universitas Yarsi, Universitas Syiah Kuala, Universitas Muhammadiyyah Surakarta, UAI itu sendiri, dan masih banyak lagi turut mengikuti konferensi ini. Masing-masing peserta membawakan hasil penelitiannya mengenai tema yang diusung dalam acara ini. Sebanyak 200 peserta, 16 Kedutaan, 5 Duta Besar, 11 Rektor dari PTN dan PTS, serta sivitas akademika UAI hadir mengikuti konferensi ini.

Selain konferensi ini, diselenggarakan pula Working Group Discussion yang dihadiri oleh 13 PT yang akan bergabung dalam konsorsium, antara lain ialah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Jogjakarta, Universitas Islam Indonesia Jogjakarta, dan tentu saja Universitas Al Azhar Indonesia. Sesi diskusi ini dibawakan oleh Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc, Ph.D, Direktur Jenderal Ditjen Sumber Daya IPTEK Kemenristekdikti sebagai pemberi arahan dalam berjalannya diskusi ini.

International Conference On Islamic Epistemology Financial Technology (Fintech) On The Perspective Of Law and Syariah Economy diharapkan dapat mampu memberikan pengetahuan melalui jurnal yang telah dipublikasikan mengenai financial technology dari perspektif hukum dan ekonomi syariah.

 

Back To Top