Jakarta, 23 Juni 2026, Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Al-Azhar Indonesia (HI UAI) menghadiri kegiatan bertajuk Peningkatan Peran dan Fungsi Masyarakat dalam Melakukan Pemantauan dan Pengawasan Orang Asing dan Tenaga Kerja Asing Angkatan I Tahun 2026. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam pengawasan keberadaan warganegara asing (WNA) di Jakarta.

Delegasi HI UAI terdiri dari Ketua Program Studi, Ramdhan Muhaimin, M.Soc.Sc., Kepala Laboratorium, Yuherina Gusman, S.IP., M.A., Ph.D., Laboran, Annis Alfitriya Syahida, S.IP., serta mahasiswa lintas angkatan, yaitu Wafa Afifah, Nur Ikhlas, Devina Khansa Ayu, Farrel Raditya Ananda, M. Akbar Putra, Renita Evania Azizah, dan Diah Menik Lestari.

Kegiatan ini menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat, termasuk mahasiswa, dalam mendukung pengawasan orang asing. Mahasiswa dinilai memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang dapat membantu meningkatkan kesadaran publik melalui edukasi, sosialisasi, dan pelaporan di tingkat komunitas, termasuk lingkungan RT/RW.

Dalam pemaparan materi, Direktorat Jenderal Imigrasi menyoroti berbagai program pengawasan yang telah dijalankan, seperti PIMPASA (Petugas Imigrasi Pembina Desa) dan APOA (Aplikasi Pengawasan Orang Asing). Program-program ini dirancang untuk memperkuat pengumpulan data dan meningkatkan efektivitas pemantauan keberadaan WNA, khususnya di wilayah dengan mobilitas tinggi seperti Jakarta.

Selain membahas keberadaan WNA legal dan ilegal, kegiatan ini juga mengangkat isu pencari suaka, perdagangan orang, serta berbagai bentuk kejahatan transnasional yang berpotensi muncul akibat lemahnya pengawasan. Dalam diskusi disebutkan bahwa pengawasan terhadap orang asing tidak hanya berkaitan dengan penegakan aturan keimigrasian, tetapi juga mencakup perlindungan masyarakat dari potensi kejahatan seperti penipuan, eksploitasi, hingga tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Data yang dipaparkan menunjukkan bahwa tantangan pengawasan di Jakarta masih cukup besar. Tingginya mobilitas orang asing, terutama melalui Bandara Soekarno-Hatta, menuntut sistem pengawasan yang semakin adaptif dan terintegrasi. Beberapa negara dengan jumlah WNA tertinggi di Jakarta antara lain Tiongkok, Singapura, Malaysia, dan Jepang.

Meski demikian, keberadaan warga negara asing tidak selalu membawa dampak negatif. WNA yang berada di Indonesia secara legal juga memiliki potensi besar untuk mendukung transfer pengetahuan dan keterampilan kepada tenaga kerja Indonesia, baik di sektor profesional, seni, maupun bidang lainnya.

Melalui kegiatan ini, HI UAI menegaskan komitmennya untuk terus mendorong mahasiswa agar lebih peka terhadap isu-isu internasional yang berdampak langsung pada masyarakat. Partisipasi mahasiswa dalam forum semacam ini diharapkan dapat meningkatkan awareness, memperkuat wawasan kritis, serta membangun kontribusi nyata dalam mendukung keamanan dan kedaulatan nasional.

Sebagai penutup kegiatan, panitia juga menyelenggarakan sesi kuis interaktif berhadiah yang berisi pertanyaan seputar materi yang telah dipaparkan selama acara. Sesi ini disambut dengan antusias oleh seluruh peserta, termasuk mahasiswa HI UAI, karena menjadi sarana untuk menguji pemahaman sekaligus merefleksikan materi yang telah diterima. Sebanyak lima peserta dengan perolehan nilai tertinggi berhasil terpilih sebagai pemenang dan memperoleh hadiah dari penyelenggara. Kegiatan ini menjadi penutup yang menarik sekaligus memperkuat pemahaman peserta terhadap pentingnya peran masyarakat dalam pengawasan terhadap orang asing.