Penulis: Zulfa Mutiara Ramadhani, Sekretaris LDK KARISMA UAI

Jakarta, 20 Juni 2026 – Dalam upaya mendorong budaya literasi dan memperkuat interaksi sosial di era digital, LDK KARISMA UAI berkolaborasi dengan Akar Baik menggelar kegiatan SILATBAR (Silaturahmi dan Literasi Bareng) X MUTE (Mindful Unplugging Time) dengan tema “Menemukan Makna, Berbagi Cerita” di Universitas Al Azhar Indonesia.

Mengusung konsep gadget-free experience, kegiatan ini menjadi wadah bagi peserta untuk mengembangkan literasi, memperkuat interaksi sosial, dan melakukan refleksi diri melalui berbagai zona eksplorasi serta aktivitas interaktif yang dirancang dalam suasana tenang dan minim distraksi.

Kegiatan ini mendorong antusiasme peserta untuk mengeksplorasi berbagai zona, yang di antaranya Zona Palestina, NQC, Journaling, Colouring, Sport, Cerita, dan Baca Buku. Setiap zona menghadirkan pengalaman yang berbeda untuk merefleksi diri, pengembangan kreativitas, peningkatan literasi, serta terjalinnya interaksi sosial yang lebih bermakna.

Zona Palestina menyajikan edukasi yang memperkenalkan sejarah Palestina dan fakta-fakta terkait Masjid Al Aqsa, Palestina sebagai tanah para nabi, serta keutamaan Negeri Syam. Materi disampaikan secara interaktif melalui permainan edukatif berupa teka-teki silang, mewarnai kaligrafi, dan menyusun puzzle peta Palestina untuk meningkatkan pemahaman peserta.

Zona NQC (Nafa Qur’anic Center) menghadirkan pengalaman belajar melalui permainan empat jenis kartu yang terdiri dari tantangan, kuis, refleksi, dan diskusi yang dikaitkan dengan ayat-ayat Al-Qur’an beserta kandungan maknanya.

Zona Journaling mengajak peserta untuk merefleksikan pengalaman, pikiran, dan perasaan melalui kegiatan menulis jurnal. Peserta diberikan kesempatan untuk mengekspresikan dan memvalidasi perasaan, serta merefleksikan berbagai pengalaman untuk memahami diri dengan lebih baik.

Zona Colouring menghadirkan ruang kreatif bagi peserta untuk mengembangkan kreativitas dengan menuangkan pikiran melalui kegiatan melukis di tote bag yang mencerminkan karakter dan kebebasan berekspresi.

Zona Sport melatih peserta melakukan aktivitas fisik melalui berbagai jenis olahraga seperti catur, basket, lompat tali, dan latihan barbel. Setiap aktivitas dirancang untuk mendorong kebugaran fisik, konsentrasi, dan kerja sama dalam suasana yang interaktif agar peserta dapat berpartisipasi dengan antusias.

Zona Cerita melibatkan peserta dalam berbagai permainan edukatif seperti balok, cup stacking, serta kartu pertanyaan pemantik yang mendorong peserta untuk berbagi cerita dan pengalaman. Kegiatan ini memperkuat interaksi antar peserta dalam berkomunikasi, meningkatkan kemampuan mendengarkan dan memahami perspektif orang lain, serta keberanian dalam bercerita.

Zona Baca Buku menjadi ruang diskusi literasi bagi peserta yang ingin sharing mengenai buku yang telah dibaca kepada peserta lain, sehingga peserta tetap dapat memperoleh wawasan dari buku tersebut tanpa harus membaca secara langsung.

Begitu pula, pada sesi Literasi Bareng, peserta diberikan waktu untuk membaca buku yang telah dibawa. Setelah membaca, peserta diberi kesempatan untuk berbagi insight dan pemahaman yang diperoleh kepada peserta lain. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama guna memperkaya perspektif serta memperdalam pemaknaan terhadap isi buku yang dibaca.

Pada kesempatan sharing session, salah satu peserta yakni Novia Shintania membagikan insight dari buku Self Driving karya Rhenald Kasali. Ia menyoroti pentingnya inisiatif dan kemampuan beradaptasi agar seseorang tidak hanya jadi penumpang dalam kehidupan, tetapi mampu menjadi penggerak perubahan. Buku tersebut mengajak pembaca untuk berpikir kritis dalam menghubungkan pengembangan diri dan realitas kehidupan sehari-hari.

Kegiatan diakhiri dengan menuliskan kesan dan pesan melalui lembar refleksi yang ditempel pada media yang telah disediakan, serta penandatanganan sebagai bentuk kenang-kenangan dalam rangkaian kegiatan SILATBAR X MUTE.

Melalui kegiatan ini, LDK KARISMA UAI dan Akar Baik berharap peserta dapat menumbuhkan budaya literasi, mengembangkan kemampuan komunikasi, memperkuat interaksi sosial, serta membangun kebiasaan refleksi diri melalui berbagai kegiatan yang positif dan bermakna.