Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Arab Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) angkatan 2023, Muhammad Wildan Rifqi Al-Bani, menyampaikan kuliah tujuh menit (kultum) sore bertema Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW pada Senin, 13 April 2026 di Masjid Agung Al-Azhar. Kultum ini mengajak jamaah untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan utama dalam membentuk akhlak dan sikap hidup sehari-hari.
Wildan membuka sesi kultum dengan menyampaikan peran Nabi Muhammad SAW untuk menyempurnakan akhlak manusia. Ia menjelaskan bahwa sosok Rasulullah tidak hanya menjadi panutan bagi umat Islam, tetapi juga dihormati oleh banyak kalangan karena keluhuran budi pekerti yang dimilikinya.
Untuk menggambarkan kemuliaan akhlak Rasulullah, ia mengisahkan peristiwa hijrah Nabi ke Thaif bersama Zaid bin Haritsah. Dalam perjalanan tersebut, Rasulullah SAW berharap mendapatkan sambutan yang baik, namun justru mendapatkan perlakuan sebaliknya. Beliau dilempari batu, kotoran, dan berbagai hinaan hingga tubuhnya terluka dan berdarah.
Di tengah penderitaan tersebut, Rasulullah SAW tidak membalas dengan kemarahan. Sebaliknya, beliau berdoa kepada Allah dengan penuh kerendahan hati, mengadukan kelemahan diri dan memohon perlindungan serta kasih sayang-Nya. Doa tersebut mencerminkan keteguhan iman dan kelembutan hati Rasulullah dalam menghadapi ujian yang berat.
Wildan juga bercerita bahwa ketika Malaikat Jibril menawarkan untuk menghancurkan penduduk Thaif dengan dua gunung, Rasulullah SAW justru menolak. Beliau berharap agar keturunan mereka kelak menjadi orang-orang yang beriman kepada Allah. Sikap ini menunjukkan betapa besar kasih sayang Rasulullah, bahkan kepada orang-orang yang telah menyakitinya.
“Ketika disakiti, Rasulullah tidak membalas, tetapi mendoakan,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa inilah akhlak yang seharusnya diteladani oleh umat Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai penutup, Wildan mengajak jamaah untuk melakukan refleksi diri terkait sejauh mana telah meneladani akhlak Rasulullah. Ia mengingatkan pentingnya menjaga hati dan lisan agar tidak mudah menyakiti orang lain, serta membiasakan diri untuk membalas keburukan dengan kebaikan.