Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) angkatan 2023, ’Ainan ’Abdul Mu’iz Lubis, menyampaikan kuliah tujuh menit (kultum) sore bertema Tiga Amalan Manusia yang Tidak Terputus Setelah Meninggal Dunia di Masjid Agung Al-Azhar pada Selasa, 14 April 2026. Kultum ini mengingatkan jamaah tentang pentingnya menyiapkan bekal akhirat melalui amalan yang terus mengalir pahalanya.

’Ainan membuka kultum dengan mengajak jamaah untuk menyadari bahwa kematian merupakan kepastian yang akan dihadapi setiap manusia. Oleh karena itu, kehidupan di dunia tidak seharusnya hanya diisi dengan aktivitas sementara, tetapi juga diarahkan pada upaya menanam amal kebaikan yang berdampak panjang.

Pemateri mengutip hadis Rasulullah SAW. yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, yang menjelaskan bahwa ketika seseorang meninggal dunia, seluruh amalnya akan terputus kecuali tiga perkara. Amalan yang tidak terputus yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak sholeh.

Hadis tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bahwa masih ada peluang bagi manusia untuk terus mendapatkan pahala meskipun telah wafat. “Inilah bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya, di mana pahala tetap bisa mengalir dari amalan yang berdampak luas,” ungkapnya.

’Ainan menguraikan makna dari ketiga amalan tersebut. Sedekah jariyah dimaknai sebagai pemberian yang manfaatnya berkelanjutan, seperti pembangunan fasilitas umum yang digunakan banyak orang. Ilmu yang bermanfaat dapat menjadi ladang pahala ketika diajarkan dan diamalkan oleh orang lain. Adapun anak sholeh yang mendoakan orang tua menjadi bentuk keberlanjutan amal melalui generasi.

Ia menekankan bahwa ketiga amalan ini bukan hanya tentang jumlah, tetapi tentang kebermanfaatan yang terus dirasakan. Dengan demikian, setiap individu didorong untuk mulai berkontribusi melalui hal-hal sederhana yang memiliki dampak jangka panjang.

Melalui kultum sore bertema Tiga Amalan Manusia yang Tidak Terputus Setelah Meninggal Dunia, ’Ainan ’Abdul Mu’iz Lubis mengajak jamaah untuk lebih bijak dalam memaknai kehidupan, dengan memperbanyak amal yang tidak hanya berhenti di dunia, tetapi juga terus mengalir hingga akhirat.