Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) menyelenggarakan International Public Lecture bertajuk “Global Leadership and Empowerment” dengan menghadirkan tokoh pendidikan, filantropi, dan pemimpin global, Dr. Muna AbuSulayman, pada Jum’at, 26 Juni 2026 di Ruang Serbaguna. Kuliah umum ini mengangkat pentingnya membangun kepemimpinan generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai Islam untuk menjawab tantangan global.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Pembina YPI Al-Azhar Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H., Ketua Pengawas YPI Al-Azhar Dr. Ir. Ahmad Husin Lubis, M.Sc., Prof. Dr. Suparji Ahmad, S.H., M.H. yang mewakili Ketua Umum Pengurus YPI Al-Azhar, Direktur/Representatif IIIT Indonesia (International Institute of Islamic Thought) Dr. M. Habib Chirzin, Ketua Forum Komunikasi (Forkom) Jam’iyyah Al-Azhar Pusat drg. Winar Sarasayu, Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia Prof. Dr. Widodo Muktiyo, beserta jajaran Pembina, Pengurus, dan Pengawas YPI Al-Azhar, pimpinan universitas, sivitas akademika UAI, serta para tamu undangan.
Membangun Kepemimpinan yang Berlandaskan Nilai Islam
Dalam pemaparannya, Dr. Muna menyoroti perubahan lanskap kepemimpinan global yang kini semakin membuka ruang bagi generasi muda untuk mengambil peran strategis. Menurut beliau, berbagai tantangan dunia, mulai dari perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), perubahan iklim, hingga krisis kepercayaan terhadap berbagai institusi, membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya kompeten, tetapi juga mampu membangun kepercayaan dan membawa perubahan positif.
Beliau menjelaskan bahwa kepemimpinan bukan sekadar posisi atau jabatan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan integritas dan tanggung jawab. Dalam perspektif Islam, nilai-nilai seperti amanah, musyawarah (shura), keadilan, dan konsep khalifah menjadi landasan penting dalam membentuk karakter pemimpin yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan memimpin serta kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.
“Jika Anda masih muda, berhentilah menunggu. Mulailah memimpin perjalanan Anda sendiri sebagai khalifah. Jika Anda seorang pendidik, pikirkan bagaimana Anda dapat melahirkan lebih banyak pemimpin melalui pendidikan,” ujar Dr. Muna.
Selain menekankan pentingnya kepemimpinan, Dr. Muna juga mengajak peserta untuk membangun kepercayaan sebagai fondasi utama dalam menciptakan perubahan. Beliau menilai bahwa dunia saat ini tidak hanya menghadapi tantangan teknologi, tetapi juga krisis kepercayaan yang menyebabkan meningkatnya polarisasi di tengah masyarakat. Oleh karena itu, pemimpin masa depan dituntut memiliki kerendahan hati, transparansi, dan konsistensi dalam bertindak agar mampu menghadirkan solusi yang berdampak luas.
Kolaborasi Internasional untuk Memajukan Pendidikan
Sebelumnya, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Dr. Muna AbuSulayman di Universitas Al-Azhar Indonesia. Beliau berharap kunjungan ini menjadi awal dari kolaborasi yang lebih erat dalam pengembangan pendidikan, kepemimpinan, dan peradaban Islam di tingkat internasional. Ketua Pembina YPI Al-Azhar juga menilai kehadiran tokoh seperti Dr. Muna dapat memperkaya perspektif sivitas akademika UAI terhadap dinamika global sekaligus memperluas jejaring kerja sama internasional.
Prof. Dr. Widodo Muktiyo menyambut baik penyelenggaraan kuliah umum internasional ini sebagai bagian dari komitmen UAI dalam menghadirkan pengalaman belajar yang berwawasan global. Rektor berharap kolaborasi dengan para akademisi dan tokoh internasional terus berkembang sehingga mampu memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan UAI.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang diikuti oleh dosen, mahasiswa, serta tamu undangan. Pada sesi tersebut, peserta berdialog langsung dengan Dr. Muna mengenai berbagai isu, mulai dari kepemimpinan perempuan, pendidikan berkualitas, pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), hingga potensi Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar dalam melahirkan pemimpin yang mampu berkontribusi bagi dunia.
Melalui International Public Lecture “Global Leadership and Empowerment”, Universitas Al-Azhar Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran berkelas internasional yang menghubungkan sivitas akademika dengan tokoh-tokoh dunia. Tertarik mengembangkan potensi kepemimpinan dan memperluas wawasan internasional? Bergabunglah bersama Universitas Al-Azhar Indonesia dan jadilah bagian dari generasi yang siap membawa perubahan. Daftar sekarang di penerimaan.uai.ac.id.










