Direktorat Kemahasiswaan, Karir, dan Alumni (DKKA) Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) menyelenggarakan kegiatan pelatihan “Kuliah 7 Menit” pada Sabtu, 4 April 2026, di Auditorium UAI dan di Ruang Serbaguna. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan public speaking mahasiswa sekaligus mendorong mereka berperan aktif dalam menyampaikan nilai-nilai kebaikan di lingkungan Masjid Agung Al-Azhar.
Acara ini dihadiri oleh Direktur Kemahasiswaan, Karir, dan Alumni, Andri Hadiansyah, S.Psi., M.Psi., Kepala Bagian Kemahasiswaan, Muhammad Fadil, S.E., M.H., tim DKKA UAI, serta para mahasiswa anggota Organisasi Mahasiswa (ORMAWA). Kehadiran para pimpinan dan anggota organisasi mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam mendukung pengembangan kemampuan mahasiswa di bidang public speaking.
Direktur Kemahasiswaan, Karir, dan Alumni, Andri Hadiansyah, S.Psi., M.Psi., memberikan sambutan serta motivasi terkait pentingnya membangun kepercayaan diri dan keberanian dalam berbagi kebaikan. Ia menegaskan bahwa setiap mahasiswa memiliki potensi untuk memberikan dampak positif, selama memiliki niat yang kuat dan kemauan untuk terus belajar melalui proses. “Jangan takut untuk memulai, jangan menunggu untuk sempurna,” pungkasnya.
Kepala Bagian Kemahasiswaan, Muhammad Fadil, S.E., M.H., menyampaikan laporan kegiatan. Beliau menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya mendekatkan mahasiswa dengan masjid sekaligus melatih keberanian berbicara di depan publik. Ia menjelaskan bahwa program ini akan dilaksanakan pada Senin, 6 April 2026.
Melatih Kepercayaan Diri dan Menyampaikan Kebaikan dalam 7 Menit
Materi pertama bertajuk “Sampaikanlah Walau Hanya 1 Ayat” disampaikan oleh Dosen Program Studi Informatika UAI, Tri Aji Nugroho, S.T., M.T. Pemateri mengajak mahasiswa memahami bahwa setiap individu memiliki potensi untuk menyampaikan kebaikan. “Wahyu pertama bukan perintah ibadah ritual, tapi perintah membaca & menyampaikan,” jelasnya.
Sesi kedua disampaikan oleh Alumni UAI, Sultan Ariq Faisal Bahri, S.Sos., M.Ag., dengan tema “Membangun Kepercayaan Diri dan Praktik Kultum”. Peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung, sehingga melatih kesiapan mental dan kemampuan komunikasi mereka.
Sepanjang acara berlangsung, mahasiswa terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Tiga mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mempraktekkan kultum di depan audiens. Peserta berlatih bagaimana cara menyampaikan materi yang tepat, memperhatikan audiens, hingga menunjukkan gestur yang baik. Penampilan tersebut mencerminkan tingginya minat dalam mengembangkan kemampuan diri, khususnya berbicara di depan umum.
Melalui pelatihan “Kuliah 7 Menit”, UAI menyiapkan mahasiswa untuk unggul secara akademik sekaligus memiliki keberanian, kepedulian, dan kemampuan memberikan dampak positif kepada masyarakat. Program “Kuliah 7 Menit” menjadi langkah awal dalam membentuk generasi mahasiswa yang komunikatif, inspiratif, dan berdaya guna.








