Program Studi Teknik Industri Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) meluncurkan buku monograf terbaru berjudul “Industrialisasi Bunga Matahari Berkelanjutan: Integrasi IoT dan Energi Terbarukan” pada 26 Mei 2026. Buku ini menjadi salah satu kontribusi akademik Prodi Teknik Industri UAI dalam mendorong pengembangan sektor pertanian berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi modern dan pendekatan industri terintegrasi.
Buku tersebut ditulis oleh Ketua Program Studi Teknik Industri, Dr. Nunung Nurhasanah, S.T., M.Si., bersama dua mahasiswa Teknik Industri angkatan 2023, yaitu Ratu Sabrina Fahira dan Nelly Octaviani. Kehadiran buku ini tidak hanya memperkaya khazanah publikasi ilmiah UAI, tetapi juga menjadi contoh kolaborasi produktif antara dosen dan mahasiswa dalam menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Buku monograf ini membahas strategi industrialisasi bunga matahari yang berkelanjutan di Indonesia secara komprehensif dari hulu ke hilir. Pembahasannya mencakup potensi geografis Indonesia sebagai wilayah yang sangat kompetitif untuk budidaya bunga matahari, analisis pasar global, hingga berbagai peluang pengembangan industri berbasis komoditas tersebut.
Selain itu, buku ini mengulas penerapan teknologi modern dalam sektor pertanian, seperti Smart Farming berbasis Internet of Things (IoT), mekanisasi pasca panen, teknologi ekstraksi minyak berkualitas tinggi, serta pemanfaatan energi terbarukan melalui panel surya di lahan pertanian. Konsep ekonomi sirkular atau zero waste juga menjadi salah satu fokus utama melalui pemanfaatan biodigester dan pengembangan berbagai produk turunan bunga matahari, mulai dari minyak goreng premium, produk perawatan kulit, pakan ternak, hingga sumber energi alternatif.
Tidak hanya membahas aspek teknis, buku ini turut mengangkat strategi digitalisasi rantai pasok, tata kelola keuangan, manajemen persediaan, dan pemasaran untuk mendukung kemandirian finansial petani.
Berangkat dari Kebutuhan Diversifikasi Pangan dan Energi
Menurut Dr. Nunung, buku ini disusun sebagai respons terhadap kebutuhan diversifikasi pangan, energi, dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Selama ini, narasi agribisnis minyak nabati di Indonesia masih didominasi oleh komoditas kelapa sawit, padahal Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan bunga matahari sebagai komoditas strategis.
Beliau menjelaskan bahwa letak geografis Indonesia di kawasan khatulistiwa memberikan keuntungan tersendiri karena memungkinkan bunga matahari tumbuh optimal dan dipanen hingga tiga kali dalam setahun. Kondisi ini berbeda dengan negara-negara empat musim yang umumnya hanya dapat melakukan satu kali panen dalam setahun.
Melalui buku ini, Kaprodi Teknik Industri berharap potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal melalui penerapan teknologi dan hilirisasi industri sehingga mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi petani sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.
Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa dalam Karya Ilmiah
Dalam proses penyusunannya, masing-masing penulis memiliki peran yang berbeda. Dr. Nunung Nurhasanah bertanggung jawab menyusun konsep utama buku, kerangka pembahasan, narasi utama, serta penyediaan data dan dokumentasi. Ratu Sabrina Fahira berkontribusi dalam penyusunan tata letak dan glosarium, sedangkan Nelly Octaviani bertanggung jawab pada proses penyelesaian akhir serta penyusunan indeks buku.
Proses penyusunan buku ini berlangsung selama kurang lebih satu tahun. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi tim penulis adalah mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu ke dalam satu karya yang utuh, mulai dari agronomi dan pertanian tropis, teknik mesin, teknik elektro dan komputer, hingga manajemen bisnis dan keuangan. “Tantangan lainnya adalah membangun argumentasi ilmiah bahwa bunga matahari tidak hanya berfungsi sebagai tanaman hias atau peneduh, tetapi juga memiliki potensi sebagai komoditas industri strategis yang bernilai tinggi,” jelas Kaprodi Teknik Industri.
Mendorong Budaya Riset dan Hilirisasi Inovasi
Dr. Nunung menilai bahwa buku monograf ini merupakan bentuk implementasi hilirisasi hasil riset dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat menjadi karya publikasi yang berdampak. Buku ini menunjukkan bagaimana penelitian yang sebelumnya dipublikasikan dalam jurnal dan prosiding internasional dapat dikembangkan menjadi referensi yang lebih komprehensif dan aplikatif.
Menurut beliau, keterlibatan mahasiswa dalam proses penulisan juga mencerminkan budaya akademik yang inklusif di UAI. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai peserta pembelajaran, tetapi juga dilibatkan sebagai mitra strategis dalam menghasilkan karya ilmiah yang menghubungkan inovasi teknologi dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Dr. Nunung berharap buku ini dapat menjadi cetak biru (blueprint) dan panduan aplikatif bagi para akademisi, inovator, pemerintah, dan khususnya kelompok tani di Indonesia. “Tidak hanya itu, buku ini diharapkan dapat membuka mata publik bahwa Indonesia mampu memimpin pasar minyak nabati sehat dan produk turunan bunga matahari di kancah global melalui pemanfaatan smart farming dan semangat zero waste,” tutur Kaprodi Teknik Industri.
Buku “Industrialisasi Bunga Matahari Berkelanjutan: Integrasi IoT dan Energi Terbarukan” menunjukkan komitmen UAI dalam mendorong hilirisasi riset menjadi karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui kolaborasi antara dosen dan mahasiswa, publikasi ini sekaligus memperkuat budaya riset, inovasi, dan pengembangan solusi berbasis teknologi untuk mendukung sektor pertanian dan industri berkelanjutan di Indonesia.


