Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) angkatan 2025, Muhammad Luthfi Al Ghiffari, menyampaikan kuliah tujuh menit (kultum) sore usai salat Ashar pada Rabu, 20 Mei 2026 di Masjid Agung Al Azhar. Dalam kultumnya, Mahasiswa anggota Keluarga Mahasiswa Program Studi (KMPS) Akuntansi mengangkat tema “Larangan Bersikap Sombong”. Luthfi mengajak jamaah untuk menumbuhkan sikap rendah hati dalam kehidupan sehari-hari.

Kultum sore dibuka dengan Luthfi yang mengingatkan jamaah bahwa kesombongan merupakan salah satu sifat yang dibenci oleh Allah SWT. Luthfi mengutip firman Allah dalam Surah An-Nisa ayat 36 yang menegaskan bahwa Allah tidak menyukai orang yang sombong dan gemar membanggakan diri.

Selama kultum berlangsung, Luthfi menjelaskan bahwa sombong adalah sikap memandang diri sendiri lebih mulia dan lebih sempurna, sementara memandang orang lain dengan rendah. Menurutnya, sikap tersebut dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti merasa lebih pintar, lebih kaya, atau lebih tinggi kedudukannya dibandingkan orang lain.

Luthfi kemudian mengisahkan peristiwa Iblis yang diusir dari surga karena kesombongannya. Ketika diperintahkan untuk bersujud kepada Nabi Adam AS, Iblis menolak karena merasa dirinya lebih baik. Kisah tersebut menjadi pelajaran bahwa kesombongan dapat menjerumuskan seseorang meskipun memiliki banyak kelebihan.

Ia juga mengajak jamaah untuk mengambil hikmah dari sejumlah kisah dalam Al-Qur’an. Fir’aun dihancurkan karena kesombongannya terhadap kekuasaan, Qarun dibinasakan karena kesombongannya terhadap harta, dan Abrahah mengalami kehancuran akibat kesombongannya terhadap kekuatan yang dimiliki.

“Marilah kita tanamkan dalam diri kita sikap tawadhu atau rendah hati agar menyadari bahwa segala kelebihan, seperti kepintaran, kekayaan, maupun kedudukan, hanyalah titipan dari Allah SWT,” ujar Luthfi.

Menutup kultumnya, Luthfi mengajak jamaah untuk senantiasa menjaga kerendahan hati dan menjauhi sikap sombong. Dengan menyadari bahwa setiap nikmat berasal dari Allah SWT, seseorang dapat lebih mudah bersyukur serta membangun hubungan yang baik dengan sesama manusia.